Thursday, April 1, 2010

Tali pernikahan kita


Beberapa bulan selepas pernikahan atas dasar cinta
sama cinta, si isteri berkata kepada suaminya, "Sayang,
saya baru membaca sebuah artikel dlm majalah tentang
bagaimana
memperkuatkan hubungan dan tali pernikahan kita"
katanya sambil
menunjukkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatatkan hal-hal yang
kurang kita sukai
dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas
bagaimana kita
mengubah hal-hal tersebut dan membuatkan perkahwinan
kita bersama
lebih bahagia....."

Suaminya setuju dan mereka mula memikirkan hal-hal
dari pasangannya
yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan
tersinggung ketika
pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab
hal tersebut untuk
kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat
untuk berpisah
tidur dan mencatat apa yang terlintas dalam benak
mereka masing-
masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka sedia
membicangkannya. "Abang akan
mulai dulu ya", kata suami. Ia lalu mengeluarkan
senarainya. Banyak
sekali yang ditulisnya, sekitar 3 muka surat... Ketika
ia
mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai
dari isterinya,
ia memperhatikan bahawa airmata isterinya mulai
mengalir.....

"Maafkan abang, apakah abang harus berhenti ?"
tanyanya. "Oh tidak, teruskan..."
jawab isterinya. Lalu si suami terus membacakan semua
yang
tersenarai, lalu kembali melipat kertasnya dengan
manis di atas meja
dan berkata dengan bahagia "Sekarang giliran sayang
membacakan
senaraimu".

Dengan suara perlahan siisterinya berkata "Saya tidak
mencatat sesuatupun
di atas kertasku. Saya berfikir bahawa abang sudah
sempurna, dan saya
tidak ingin mengubah akan dirimu. Abang adalah diri
abang sendiri.
Abang adalah yang terbaik bagiku. Tidak satupun dari
peribadi abang yang
kurang pada saya.... "

Si suami tersentak dan tersentuh hatinya oleh
pernyataan dan
ungkapan cinta serta isi hati isterinya. Bahawa
isterinya menerimanya
sekadar adanya... Lalau sisuami tunduk dan
menangis.....

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan,
depressi, dan
sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu
memikirkan hal-
hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan,
kesukacitaan dan
pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan perkara
yang buruk,
mengecewakan dan menyakitkan jika kita boleh menemukan
banyak hal-hal
yang indah yang baik dan yang boleh kita terima di
sekeliling kita ?
Kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita
mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik
dan mencuba
melupakan yang buruk.
Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

2 comments:

[+/-]Click to Show or Hide Old Comments

madihah on April 9, 2010 at 10:46 AM said...

salam..
betol 2..
kite kena lebih cenderung pade yg membahagiakan..
dan jgn terlalu fokus pada yg negatif.
cehh..pandai pulak buat kesimpulan kat sini kan ??
tp ape2 pon..kisah ni agak jiwang..hehehe!

Anonymous said...

kisah dr hm tuah iskandar..

>
[+/-]Show or Hide Comments

Post a Comment

Followers

 

Copyright 2009 All Rights Reserved Magazine 4 column themes by One 4 All