Thursday, April 1, 2010

WANITA PENJINAK SINGA JANTAN


WANITA PENJINAK SINGA JANTAN
Al-Ashma 'i radhiallahu-anhu bercerita;
Sekali peristiwa, bila saya mengikuti suatu rombongan pergi ke Mekkah untuk naik Haji, dengan mengenderai unta di tengah-tengah padang pasir, tiba-tiba muncullah seekor singa yang sangat besar menghadang jalan kami. Rombongan haji itu terpaksa berhenti secara spontan, tidak berani meneruskan perjalanan lagi. Orang-orang dalam rombongan itu semuanya kelam-kabut dan kecoh kerana takut kepada singa itu.
Saya pun memanggil pengawal kami untuk mengusir binatang itu, namun tidak berhasil, justeru pengawal itu pun takut kepada singa itu.
"Tidak adakah di antara kamu sekelian seorang yang berani mengusir singa ini dari menghalang perjalanan kita?"tanyaku kepada pengawal itu.
Tiba-tiba aku kedengaran suatu suara yang menjawab, katanya:
"Jika engkau maksudkan dia itu seorang laki-laki, maka memang kami rasa tidak ada seorang yang berani di antara kami." Kemudiaan sambungnya lagi: "Tapi aku kenal diantara kami ini ada seorang wanita yang mungkin dapat mengusir binatang itu tanpa pedang atau apa-apa senjata pun. Dia ada bersama-sama kita di dalam rombongan ini!" kata orang itu.
"Di manakah dia wanita itu?" tanyaku bingung.
"Dia di dalam tandunya."
Saya pun segera pergi mendapatkan wanita itu di dalam tandunya, seraya memanggil:
"Ibu! Kalau tidak keberatan, cuba turunlah dari tandumu ini, dan tolonglah kami yang dalam rombongan. Ada seekor singa di hadapan kami menghalangi perjalanan kami!"
"Takutkah kamu sekelian dengan singa itu, sedang kamu semua orang laki-laki, dan sekarang kamu datang meminta pertolongan seorang wanita pula," sindir wanita itu.
Kami sekelian terpinga-pinga tak tahu apa yang hendak kami jawab, selain mengaku akan kebenaran kata-kata wanita itu.
"Ya, memang kami sekalian takut terhadap binatang buas itu. Kami juga tidak tahu cara-cara menghalaunya. Mungkin Ibu seorang sajalah yang dapat menghalaunya."
"Baiklah," jawabnya. "Tapi aku ni seorang wanita. Apakah kamu sekelian senang jika aku dilihat oleh singa itu, padahal dia tu singa jantan sedangkan aku ini seorang wanita?!"
Kami tidak tahu apa yang hendak dijawab lagi. Mujur ia menyambung lagi:
"Katakanlah kepada singa itu: Ibu Fatimah menyampaikan salamnya, dan dia bersumpah dengan Zat yang tidak pernah disentuhi mengantuk, menyingkirlah kau dari menghalang perjalanan rombongan ini!"
Berkata Al-Ashma 'i lagi menyambung ceritanya:
"Demi Allah, belum sempat habis ucapan wanita itu, melainkan singa itu telah meminggir pergi dari jalan itu, dan lari menghilangkan diri."
Ini tiada syak lagi menunjukkan bahawa wanita itu diantara orang-orang Sholehah, yang benar-benar telah mengenali Allah dengan sepenuh makrifat. Moga-moga Allah memberikan kita manfaat dari cerita yang kita dengar ini, Amin!
Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Followers

 

Copyright 2009 All Rights Reserved Magazine 4 column themes by One 4 All